February 21st, 2008 by goenw
ada saat merindu menjadi pada umumnya, menjadi bagian dari massa, sebuah komponen dalam mekanika sistem, tik tok tik tok, derapnya teratur, berirama monoton, nyaman dalam rutinitasnya.
lulus sekolah, bekerja, mencari pasangan, berkeluarga, mendidik anak, dan menanti kematian.. saat satu "tingkatan" dicapai, pertanyaan pada umumnya menanti, kapan lulus?, sudah bekerja? kapan menikah? sudah "isi" blom?.. –kurang tepat mungkin tapi kurang lebih–.. semua terasa "pada umumnya".. bergerak pada lingkaran yang menyempit, tak dipungkiri banyak yang memaknainya luar biasa.
rasanya kini luar biasa itu tidak terasa, kini menjadi pada umumnya bukan lah
aku yang aku bayangkan.. lalu apa yang kau bayangkan. entahlah yang pasti bukan itu.
bukan pada "tingkatan" yang tidak ingin dilakukan tapi lebih pada menghindari menjadi pada umumnya. bukan salah menjadi pada umumnya, lebih pada bukan saya. bukan untuk menghasut, sekedar pembenaran diri, menguatkan, mengingatkan akan pilihan yang telah diambil, akan konsekwensi yang menyertai
.. bertahan
Posted in Uncategorized | No Comments »
November 21st, 2006 by goenw
setelah beberapa lama diisi dengan sebentuk keyakinan.. kemudian diruntuhkannya.. dan dari puing-puing kehancurannya dibangun kembali sebuah keyakinan baru.. kemudian diruntuhkan kembali.. konstruksi-dekonstruksi istilahnya.. setelah beberapa saat ini berlangsung kepala ini terasa berdenyut keras.. setiap kata yang coba dimasukkan dimuntahkannya kembali.. meski pengumpulan tugas diambang mata, tapi kepala enggan bekerja sama.. bahkan untuk menyentuh "Moral Philosopy"nya Hepburn terasa berat sekali.. kalau pak Herry Priyono bilang anxiety.. jalan pintasnya tidak ada.. ini normal dan bagian dari proses.. hanya stamina yang bisa membawa ke tahapan berikutnya..
pertanyaannya apakah saya punya stamina? lebih mundur pertanyaan akan berbunyi apakah saya ingin ke tahapan berikut? lebih mundur lagi apa proses ini akan membawa kepada pemahaman yang lebih baik? jadi teringat tulisan saya sebelumnya.. terlalu naif rasanya mengklaim / menempatkan sesuatu pada posisi TER.. TER hanya akan obyektif dari metode penilainya saja..
duh agaknya, sementara waktu ini, sampai waktu yang belum dipastikan, menanti pengumuman lebih lanjut, kepala ini butuh istirahat, lingkaran merah dengan garis putih horizontal buat filsafat.. ( — )
PS: paragraf terakhir akhirnya hanya jadi harapan karena malam ini ada kelas martikulasi..
Posted in Uncategorized | No Comments »
July 29th, 2006 by goenw
bilakah suatu masa/ruang, saat manusia lebih "manusiawi", saat semua tindakan tidak diasosiasikan dengan untung dan buntung, saat kebutuhan akal lebih utama dibanding kebutuhan perut, saat EGO tidak tertulis dikepala dengan huruf tebal dan kapital, utopiaku
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
May 13th, 2006 by goenw
Awalnya semua indah, serasa berada dalam taman firdaus.. semuanya berwarna-warni, semuanya merdu, semuanya harum.. entah kapan keindahan itu tak lagi memukau.. keindahan itu tidak lagi hingar bingar dan menyilaukan.. keindahan itu menjadi sederhana.. sesederhana helaan nafas dan detak jantung atau terbit tenggelamnya mentari.. keindahan itu tidak lagi memabukkan bila direguk terlalu banyak.. justru sebaliknya ia jadi bagian dari denyut, bagian dari nafas dan bagian dari hari.. //indahnya sederhana//
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 16th, 2006 by goenw
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 16th, 2006 by goenw
wuiiiiiih bulannya bulat dan merah.. awannya kelabu.. serammm.. keren.. syangnya gak bawa kamera.. duhhhh
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
March 15th, 2006 by goenw
dikiranya sudah jadi yang paling.. dikiranya sudah tau semua sudut ruang.. ternyata hanya paling dalam tempurung.. ternyata hanya tahu tentang tempurung..
katak adalah diri ?.. tempurung adalah pikiran ?.. batas diri adalah pikiran ?
"Mikhail Gorbachev: If what you have done yesterday still looks big to you, you have not done much today." .. duh…
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 9th, 2006 by goenw
mengamati, menganalisa, mencari suatu bentuk pembenaran secara logika.. masing-masing individu memiliki caranya masing-masing untuk menenangkan diri.. dan caraku adalah yang tersebut diatas.. Rationalization istilahnya Sigmund Freud..
dan menganalisa, mengamati melalui pantulan kaca bukanlah hal yang mudah.. ada kalanya keinginan dan harapan itu bgitu besarnya shingga yang terjadi adalah sebuah bentuk pembenaran.. pembenaran secara logika.. istilah fisikanya adalah pembiasan..
ktika mimpi sudah meracuni keinginan.. ketika ia telah menembus batas maya dan terserap dalam keseharian.. ktika ia menjelma menjadi gelora dan berharap tidak padam diterpa kenyataan.. idealis katanya
rusaknya lagi ketika asa itu tidaklah menetap dalam suatu ruang tersembunyi di dalam rumitnya kepala.. rusaknya lagi ktika ia berusaha menerobos keluar, menggedor-gedor dada.. rusaknya lagi ketika realitaspun tak mampu mengekang dan mengendalikannya.. sehingga ia menjadi liar.. menjadi impulsif
lalu kacamata realitas dikenakan.. dipandangi dalam2 dari ujung kaki sampai ujung rambut.. dan meledaklah tawa itu.. keras sekeras-kerasnya.. berguling-guling memukul-mukul meja.. koq ada yah orang bodoh sperti itu..
makan tuh idealisme.. salahmu jadi impulsif.. smoga mimpimu bisa nafkahimu.. isi perutmu dengan egomu.. kere kere kere.. hahahaha :))
hmm sebenarnya bukan keputusan yang kusesali tapi kebimbangan akan kmudian..
huaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhh dah jauh lebih lega.. tengkiu efye..
Posted in Uncategorized | No Comments »
March 7th, 2006 by goenw
Posted in Uncategorized | 1 Comment »
March 3rd, 2006 by goenw
entah mengapa kata "bebas" memiliki daya pikat yang luar biasa buatku.. mungkin kata yang sama itu pula yang membuat pandangan sekelilingku seperti lapisan penjara, tali kekang dan pembatasan.. smuanya itu terasa menantang untuk dibobol..
entah mengapa pula bekerja pada sebuah perusahaan dan memiliki gaji cukup dan tetap tiap-tiap bulannya tidaklah terasa seperti sebuah karunia.. selalu terasa seperti kukungan yang memiliki wajib lapor 5 hari dalam seminggu, terkadang lebih. dan selama hari-hari tersebut berada sebagai tahanan kota.. dimana tiap-tiap paginya terasa berat untuk memulai hari.. melakukan kewajiban dengan berat hati terasa seperti pembodohan diri, mencari-cari alasan untuk menunda pekerjaan..
> duhhhhh…
rasanya masih ada yang kurang.. masih ada yang tidak lengkap.. masih mencari sebuah wujud pengabdian hidup dimana semua pikiran dan keringat dikerahkan dengan segenap jiwa.. akhir bulan ini adalah hari terakhir dalam penjara kebosanan dan rutinitas kini.. sebuah usaha mewujudkan mimpi biar ia tidak sekedar bunga tidur.. bunga tidur yang menguap seiring terbitnya mentari pagi.. uaaamm.. met pagi mentari..
Posted in Uncategorized | No Comments »